Ribuan Satwa Laut Mati di Rusia akibat Dari Polusi Laut

43 2 - Ribuan Satwa Laut Mati di Rusia akibat Dari Polusi Laut

Ribuan Satwa Laut Mati di Rusia akibat Dari Polusi Laut

Ribuan Satwa Laut Mati di Rusia akibat Dari Polusi Laut – Pencemaran adalah masuk atau di masukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara.  Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam. Sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran terhadap lingkungan dapat terjadi di mana saja dengan laju yang sangat cepat. Dan beban pencemaran yang semakin berat akibat limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat.

Kamchatka adalah wilayah semenanjung di Rusia timur ujung, yang lebih dekat ke Tokyo dari pada ke Moscow. Salah satu pantainya kini tercemar oleh polusi dan menjadi berbahaya. Banyak satwa laut mati dan orang-orang mulai di larang masuk ke kawasan tersebut. Di Kamchatka, yang berjarak 6.000 kilometer lebih dari Moskow, ribuan makhluk laut seperti bulu babi, anjing laut, gurita dan lainnya terdampar di pantai dan mati. Air laut menjadi beracun dan memicu kekhawatiran tentang bocornya bahan bakar roket yang di simpan di kawasan itu.

Para perenang di laporkan jatuh sakit. Laman berita Deutsche Welle memberikan informasi bahwa para peselancar, perenang dan penyelam download open card asia mengalami sakit tenggorokan, pandangan kabur, mual, muntah dan demam setelah masuk ke air (3/10). Belum jelas apa yang menyebabkan polusi yang terjadi di semenanjung Kamchatka tersebut.

1. Polusi disebabkan bukan produk minyak?

20201006 075545 0000 00fd5a9290e1ea8087ab5025308af794 - Ribuan Satwa Laut Mati di Rusia akibat Dari Polusi Laut

Polusi air laut yang terjadi di Kamchatka terungkap akhir bulan lalu. Para peselancar di kawasan tersebut melaporkan bahwa mata mereka perih usai terkena air laut.

Selain itu juga air telah mulai berubah warna dan timbul bau yang tak sedap. Pejabat kesehatan setempat yang memeriksa para peselancar mengatakan ada luka bakar ringan di kornea mata para peselancar.

Laman berita The Guardian, melaporkan bahwa Gubernur regional Vladimir Solodov mengatakan laut di lepas pantai semenanjung Kamchatka yang terpencil itu mungkin telah terkontaminasi oleh zat kimia beracun (5/10). Meski begitu, belum jelas apakah polusi di sebabkan oleh produk minyak bumi atau zat kimia.

Namun, agen berita resmi pemerintah Rusia, Tass, melaporkan bahwa “hampir tidak mungkin kerusakan yang seperti itu di akibatkan oleh badai atau produk minyak bumi” (5/10).

Alasan tersebut di simpulkan setelah terkonfirmasi bahwa organisme di dasar laut juga ikut mati, mengapung dan terseret ke pantai dalam jumlah besar. Jadi besar kemungkinan adalah seluruh kedalaman tercemar dan bukan hanya di permukaannya saja seperti kasus tumpahnya minyak.

2. Polusi dan kontaminasi tidak di sebabkan oleh manusia, kata pemerintah Rusia

1601946254402 57458590b9adaba9639322bfb60e11a9 - Ribuan Satwa Laut Mati di Rusia akibat Dari Polusi Laut

Penelitian lebih lanjut dari polusi dan pencemaran di wilayah Khalaktyrsky di Kamchatka, di mana banyak makhluk laut dalam skala besar di temukan mati di pantai, terdapat kandungan minyak dan kelebihan fenol diatas ambang batas normal di dalam air laut. Polisi setempat juga menemukan tiga tempat lain di Teluk Avacha di Kamchatka, bahwa banyak makhluk laut mati dan kandungan air laut sama dengan penelitian awal.

Penelitian masih terus di lakukan, oleh Kementrian darurat Rusia yang mengumpulkan sampel air dari pantai dan sungai terdekat. Selain itu, ada juga para sukarelawan yang ikut membantu mencari tahu sumber penyebab kontaminasi yang terjadi di pantai Kamchatka.

Kementerian Sumber Daya Alam Rusia menjelaskan bahwa polusi yang terjadi di semenanjung Kamchatka tidak mungkin di sebabkan oleh manusia, katanya kepada kantor berita resmi pemerintah RIA. Lebih lanjut, Menteri Ekologi Dmitry Kobylkin mengatakan bahwa penelitian hanya menemukan sedikit peningkatan kandungan zat besi dan fosfat.

Namun lembaga yang bergerak pada perlindungan alam, Greenpeace, mengingatkan terjadinya bencana ekologis di wilayah terpencil di Kamchatka.

Selain itu, WWF Rusia juga menjelaskan bahwa tidak mungkin badai bisa menimbulkan polusi dan kontaminasi dengan tingkat separah itu.

3. Tempat favorit yang tidak aman lagi bagi kesehatan pengunjung

1601946033680 72a5ca4095b99673c7a4fc1b508cca57 - Ribuan Satwa Laut Mati di Rusia akibat Dari Polusi Laut

Tempat yang tercemar dan terkontaminasi itu adalah salah satu tempat favorit dan terkenal di Kamchatka karena wilayah tersebut memiliki pegunungan vulkanik yang masih aktif. Selain itu, pantai pasir hitam karena tertutup dengan pasir vulkanik di Semenanjung Kamchatka terkenal di kalangan wisatawan. Ombaknya yang datang dari samudera Pasifik juga menarik para peselancar.

Akan tetapi, tempat tersebut kini masuk ke dalam larangan. Pantai sudah tak lagi aman bagi kesehatan pengunjung. Salah satu peselancar lokal yang bernama Rasul Gadzhiev memberikan pengakuan: “Kami mulai melihat ada yang tidak beres dengan airnya karena setelah ombak biasa, dan kamu keluar dari ombak tersebut, mata perih rasanya seperti terbakar,” jelasnya seperti dikutip oleh laman berita BBC, (6/10).

Perairan di pantai Kamchatka kini warnanya berubah bening kekuning-kuningan. Penduduk lokal terkena dampak dari peristiwa tersebut. Kontak yang terjadi antara penduduk lokal dan air laut di pantai, hampir selalu mengakibatkan respon negatif bagi penduduk, sehingga membuat pantai Kamchatka tak lagi nyaman seperti sebelumnya